Senin, 11 November 2013

Sifat Maaliki Yaumid-diin (Pemilik Hari Pembalasan) Merupakan Peringatan Allah Swt. kepada Bangsa-bangsa Kristen dari Barat

 

ِۡ بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ


Khazanah Ruhani Surah  Shād


Bab  66

     Sifat Māliki Yaumid-Dīn (Pemilik Hari Pembalasan)   Merupakan Peringatan Allah Swt. kepada  Bangsa-bangsa Kristen dari Barat

Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma

Dalam akhir  Bab sebelumnya  telah dikemukakan penjelasan Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad a.s., mengenai Sifat  Allah Swt. Māliki yawmid-dīn (Pemilik Hari Pembalasan)  membatalkan  Itikad palsu “Trinitas” dan “Penebusan Dosa”  rekayasa Paulus dalam Surat-surat Kirimannya.
      Jadi, kembali kepada Sifat Māliki yawmid-dīn (Pemilik Hari Pembalasan) Allah Swt. dalam Surah Al-Fatihah, berikut adalah firman Allah Swt. dalam Surah Al-Infithār (yang terbelah). Surah ini membahas secara istimewa keadaan-keadaan yang akan merajalela di Akhir Zaman ini, ketika itikad-itikad serta cara-cara hidup bangsa-bangsa Kristen dari Barat akan sangat mempengaruhi perilaku dan pandangan-pandangan bangsa-bangsa bukan Kristen, pada khususnya umat Islam  --    dimana Nabi Besar Muhammad saw.  dalam berbagai hadits telah menyebutnya sebagai fitnah Dajjal yang sangat berbahaya.
       Semua nubuatan yang tersebut di dalam Surah Surah Al-Infithār  telah menjadi sempurna secara harfiah. Surah Al-Infithār   diturunkan (diwayukan) kepada Nabi Besar Muhammad saw. di Mekkah dalam awal tahun-tahun nabawi (kenabian), kira-kira pada waktu yang hampir bersamaan dengan Surah yang mendahuluinya (At-Takwīr) yang mengemukakan berbagai tanda Akhir Zaman,  firman-Nya: 
بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ﴿﴾  اِذَا  السَّمَآءُ  انۡفَطَرَتۡ ۙ﴿﴾   وَ  اِذَا الۡکَوَاکِبُ انۡتَثَرَتۡ ۙ﴿﴾  وَ  اِذَا الۡبِحَارُ فُجِّرَتۡ ﴿ۙ﴾   وَ  اِذَا الۡقُبُوۡرُ بُعۡثِرَتۡ ۙ﴿﴾  عَلِمَتۡ نَفۡسٌ مَّا قَدَّمَتۡ وَ اَخَّرَتۡ ؕ﴿﴾  
Aku baca  dengan nama Allah, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh  berserakan,  dan apabila lautan-lautan dialirkan,  dan apabila kuburan-kuburan dibongkar.   Setiap jiwa akan mengetahui apa yang mereka dahulukan dan apa yang mereka tinggalkan di belakang,  (Al-Infithār   [82]:1-6).
  Seperti dikemukakan sebelumnya bahwa  Surah    Al-Infithār ini secara khusus mengupas keadaan ketika agama Kristen  --  yakni Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) -- akan mencapai kemajuan besar dalam bidang kehidupan duniawi,  serta itikad-itikad Kristen Trinitas, Isa anak Tuhan, dan penebusan dosa  akan sangat merajalela (QS.21:96-99).
Kepada merajalelanya ajaran-ajaran Kristen yang bertentangan dengan ajaran asli Nabi Isa Ibnu Maryam a.s. itulah (QS.5:117-119)   Al-Quran mengisyaratkan dengan kata-kata keras dalam Surah Maryam  berikut ini:
وَ قَالُوا  اتَّخَذَ  الرَّحۡمٰنُ  وَلَدًا ﴿ؕ﴾   لَقَدۡ  جِئۡتُمۡ  شَیۡئًا  اِدًّا ﴿ۙ﴾   تَکَادُ السَّمٰوٰتُ یَتَفَطَّرۡنَ مِنۡہُ وَ تَنۡشَقُّ الۡاَرۡضُ وَ تَخِرُّ الۡجِبَالُ ہَدًّا ﴿ۙ﴾   اَنۡ  دَعَوۡا  لِلرَّحۡمٰنِ  وَلَدًا ﴿ۚ﴾  وَ مَا یَنۡۢبَغِیۡ لِلرَّحۡمٰنِ اَنۡ  یَّتَّخِذَ  وَلَدًا ﴿ؕ﴾  اِنۡ کُلُّ مَنۡ فِی السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ  اِلَّاۤ اٰتِی  الرَّحۡمٰنِ  عَبۡدًا ﴿ؕ﴾  لَقَدۡ  اَحۡصٰہُمۡ  وَ عَدَّہُمۡ  عَدًّا ﴿ؕ﴾  وَ  کُلُّہُمۡ  اٰتِیۡہِ  یَوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ   فَرۡدًا ﴿﴾
Dan mereka  berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah telah meng­ambil seorang anak laki-laki."   Sungguh  kamu benar-benar telah mengucapkan sesuatu  yang  sangat mengerikan.   Hampir-hampir seluruh langit pecah   karenanya, bumi terbelah, dan gunung­-gunung runtuh berkeping-keping,  karena mereka menyatakan bagi Tuhan Yang Maha Pemurah punya  anak laki-laki. Padahal sekali-kali tidak layak bagi Tuhan Yang  Maha Pemurah, mengambil seorang anak laki-laki.  Tidak  ada seorang pun di se­luruh  langit dan bumi melainkan ia akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai hamba.   Sungguh Dia benar-benar  mengetahui jumlah  mereka dan menghitung mereka dengan   menyeluruh.   Dan setiap mereka akan datang kepada-Nya pada Hari Kiamat sendiri-sendiri.  (Maryam [19]:91-96). Lihat pula QS.18:1-9).

Itikad “Penebusan Dosa” Bertentangan dengan Prinsip  Keadilan Allah Swt.

 Ayat ذَا  السَّمَآءُ  انۡفَطَرَتۡ    --  “Apabila langit terbelah” menunjuk kepada     QS.19:93-94 tersebut,  dan mengandung arti bahwa pada saat itu kepercayaan-kepercayaan Kristen yang palsu itu akan menguasai dunia, dan sebagai akibatnya akan bangkit amarah (kemurkaan) Allah Swt. serta azab Ilahi akan menimpa dunia dalam berbagai bentuk.
  Berbicara dalam bahasa kiasan, ayat ini  وَ  اِذَا الۡکَوَاکِبُ انۡتَثَرَتۡ    --  dan apabila bintang-bintang jatuh  berserakan” berarti, bahwa di Akhir Zaman ini  orang-orang yang memiliki ilmu dan tuntunan ruhani sejati akan hilang atau akan menjadi sangat langka.
 Ayat  وَ  اِذَا الۡبِحَارُ فُجِّرَتۡ   -- “dan apabila lautan-lautan dialirkan  berarti bahwa  pada masa itu lautan-lautan raya dan samudera-samudera besar akan dibuat mengalir dan berhubungan satu sama lain dengan perantaraan terusan-terusan; atau teluk-teluknya akan digali menjadi lebar sehingga kapal-kapal besar dapat keluar masuk ke sana. Isyarat ini dapat pula tertuju kepada pembuatan  Terusan Panama dan Terusan Suez. 
  Ayat  وَ  اِذَا الۡقُبُوۡرُ بُعۡثِرَتۡ  -- “dan apabila kuburan-kuburan dibongkar”, di Akhir Zaman ini  kuburan-kuburan kuno akan digali seperti telah terjadi dengan kuburan-kuburan raja-raja Mesir purba; atau ayat ini dapat berarti bahwa kota-kota dan tugu-tugu peringatan yang telah terpendam dan telah lama dilupakan akan digali kembali.   Semua  peristiwa besar tersebut  dilakukan   oleh  bangsa-bangsa Kristen dari Barat karena  di Akhir Zaman ini mereka itulah yang berhasil  menguasai iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) mutakhir dalam berbagai bidang kehidupan duniawi.
   Dalam ayat  selanjutnya  عَلِمَتۡ نَفۡسٌ مَّا قَدَّمَتۡ وَ اَخَّرَتۡ    -- “Setiap jiwa akan mengetahui  apa yang mereka dahulukan dan apa yang mereka tinggalkan di belakang”,  ayat   ini bersama-sama beberapa ayat berikutnya  pernyataan Allah Swt.  – dan juga  merupakan peringatan --  itu ditujukan kepada para tokoh dan penganjur ajaran Kristen yang keliru itu.
 Mereka akhirnya akan menyadari akan kekejian dan keburukan ajaran palsu mereka itu,  karena bertentangan dengan hukum-hukum alam, bertentangan dengan  kaidah-kaidah  ilmu pengetahuan  dan teknologi yang mereka peroleh, serta bertentangan hukum-hukum  yang dibuat  oleh pemerintah mana pun di dunia ini  berkenaan dengan prinsip keadilan.

Peringatan Allah Swt.  kepada Bangsa-bangsa Kristen dari Barat

 Sehubungan dengan hal tersebut  selanjutnya Allah Swt.  memperingatkan bangsa-bangsa Kristen dari Barat yang membangga-banggakan keberhasilan  kehidupan  duniawi mereka, firman-Nya:
یٰۤاَیُّہَا  الۡاِنۡسَانُ مَا غَرَّکَ بِرَبِّکَ الۡکَرِیۡمِ ۙ﴿﴾  الَّذِیۡ خَلَقَکَ فَسَوّٰىکَ فَعَدَلَکَ ۙ﴿﴾  فِیۡۤ  اَیِّ صُوۡرَۃٍ  مَّا شَآءَ  رَکَّبَکَ ؕ﴿﴾  کَلَّا  بَلۡ تُکَذِّبُوۡنَ بِالدِّیۡنِ ۙ﴿﴾   وَ  اِنَّ عَلَیۡکُمۡ  لَحٰفِظِیۡنَ ﴿ۙ﴾  کِرَامًا  کَاتِبِیۡنَ﴿ۙ﴾  یَعۡلَمُوۡنَ مَا تَفۡعَلُوۡنَ ﴿﴾  
Hai manusia, apa yang telah memperdayai engkau mengenai  Rabb (Tuhan Pencipta dan Pemelihara)  engkau Yang Maha Mulia. Yang telah menciptakan engkau, kemudian menyempurnakan engkau, lalu menata tubuh engkau dengan  serasi? Dalam bentuk apa yang Dia kehendaki Dia menyusun tubuh engkau.     Tidak hanya itu, bahkan kamu mendustakan pembalasan.   Dan sesungguhnya atas kamu ada pengawas-pengawaspencatat-pencatat mulia, mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Infithār   [82]:7-13).
     Pada hakikatnya yang dimaksud dengan kata insan  (manusia)  dalam ayat  یٰۤاَیُّہَا  الۡاِنۡسَانُ مَا غَرَّکَ بِرَبِّکَ الۡکَرِیۡمِ  --  Hai manusia, apa yang telah memperdayai engkau mengenai  Rabb (Tuhan Pencipta dan Pemelihara)  engkau Yang Maha Mulia” secara kiasan tertuju kepada bangsa-bangsa Kristen dari Barat, dalam ayat tersebut Allah Swt. memperingatkan mereka bahwa  berbagai keberhasilan duniawi  yang mereka raih itu bukan karena mereka itu merupakan satu-satunya kaum (bangsa) pilihan Allah Swt. di dunia ini, melainkan karena Allah Swt. secara umum telah menganugerahkan kepada seluruh insan  (manusia) berbagai kemampuan  jasmani dan ruhani  yang sempurna.
 Itulah sebabnya sebelum mereka  pun   bangsa-bangsa purbakala    pada zamannya masing-masing  mereka telah menguasai iptek (ilmu pengetahuan) mutakhir – contohnya kaum Nabi Nuh a.s., Kaum ‘Ad, kaum Tsamud, dan kaum Fir’aun  -- yang   telah membuat mereka berlaku takabbur   di muka bumi dan mendustakan serta menentang para Rasul Allah secara zalim, sehingga akibatnya Allah Swt. menghancurkan mereka dengan  berbagai bentuk azab-Nya yang dahsyat (QS.29:34-41).
    Sehubungan dengan hal tersebut selanjutnya Allah Swt.  berfirman:  الَّذِیۡ خَلَقَکَ فَسَوّٰىکَ فَعَدَلَکَ -- “Yang telah menciptakan engkau, kemudian menyempurnakan engkau, lalu menata tubuh engkau dengan  serasi?  yakni Allah telah menganugerahi insan  (manusia) kekuatan-kekuatan dan kemampuan-ke-mampuan fitri yang agung agar ia dapat naik ke puncak kemuliaan ruhani setinggi-tingginya, apabila mereka menyelaskan kehidupannya dengan perintah dan larangan Allah Swt.  sebagaimana yang diajarkan para Rasul Allah kepada mereka  -- terutama  ajaran Nabi Besar Muhammad saw. --  firman-Nya: 
اِنَّ  الۡاَبۡرَارَ لَفِیۡ نَعِیۡمٍ ﴿ۚ﴾   وَ  اِنَّ  الۡفُجَّارَ لَفِیۡ جَحِیۡمٍ ﴿ۚۖ﴾  یَّصۡلَوۡنَہَا یَوۡمَ الدِّیۡنِ ﴿﴾  وَ مَا ہُمۡ عَنۡہَا بِغَآئِبِیۡنَ ﴿ؕ﴾
Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan niscaya  dalam kenikmatan. Dan sesungguhnya orang-orang berdosa niscaya tinggal di dalam Jahannam. Mereka akan masuk ke dalamnya pada Hari Pembalasan, dan  mereka sekali-kali tidak akan lolos darinya.   (Al-Infithār   [82]:14-17).
      Pernyataan Allah Swt. mengenai orang-orang berdosa bahwa  وَ مَا ہُمۡ عَنۡہَا بِغَآئِبِیۡنَ  --  dan  mereka sekali-kali tidak akan lolos darinya   -- yakni dari neraka jahannam  --  merupakan  kenyataan  keadilan  dari penghakiman yang dilakukan Allah Swt. sebagai  Māliki yawmid-dīn (Pemilik Hari Pembalasan – Surah Al-Fatihah [1]:1:4), sesuai firman-Nya:
فَمَنۡ یَّعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّۃٍ خَیۡرًا یَّرَہٗ ؕ﴿﴾  وَ مَنۡ یَّعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّۃٍ  شَرًّا یَّرَہٗ ٪﴿﴾
“Maka barangsiapa berbuat kebaikan seberat atom  sekali pun ia akan melihatnya, dan barangsiapa berbuat keburukan seberat atom sekali pun ia akan melihatnya” (Al-Zilzāl  [99]:8-9).
       Senada dengan firman-Nya tersebut alam Surah lain Allah Swt. berfirman mengenai kitab catatan amal manusia:
  وُضِعَ الۡکِتٰبُ فَتَرَی الۡمُجۡرِمِیۡنَ مُشۡفِقِیۡنَ  مِمَّا فِیۡہِ وَ یَقُوۡلُوۡنَ یٰوَیۡلَتَنَا مَالِ ہٰذَا الۡکِتٰبِ لَا یُغَادِرُ صَغِیۡرَۃً وَّ لَا کَبِیۡرَۃً  اِلَّاۤ  اَحۡصٰہَا ۚ وَ  وَجَدُوۡا مَا عَمِلُوۡا حَاضِرًا ؕ وَ لَا یَظۡلِمُ  رَبُّکَ  اَحَدًا ﴿٪﴾  
Dan kitab amalannya akan diletakkan di hadapan mereka, maka engkau akan melihat orang-­orang yang berdosa itu ketakutan dari apa yang ada di dalamnya itu, dan mereka akan berkata: "Aduhai  celakalah kami! Kitab apakah ini? Ia tidak meninggalkan sesuatu, baik yang kecil maupun yang besar melainkan telah mencatatnya."  Dan mereka menjumpai apa yang telah mereka kerjakan itu berada di hadapan mereka, dan Rabb (Tuhan) engkau tidak menzalimi (menganiaya) seorang pun  (Al-Kahf [18]:50).
     Selanjutnya Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Infithar  mengenai kepastian adanya “Hari Pembalasan” atas semua amal manusia – yang  baik mau pun yang buruk   --  firman-Nya:
وَ مَاۤ  اَدۡرٰىکَ مَا یَوۡمُ الدِّیۡنِ ﴿ۙ﴾  ثُمَّ  مَاۤ  اَدۡرٰىکَ مَا یَوۡمُ الدِّیۡنِ ﴿ؕ﴾  یَوۡمَ لَا تَمۡلِکُ نَفۡسٌ لِّنَفۡسٍ شَیۡئًا ؕ وَ الۡاَمۡرُ  یَوۡمَئِذٍ  لِّلّٰہِ ﴿٪﴾
Dan  apakah yang engkau ketahui apa Hari Pembalasan itu?  Kemudian,  apakah yang membuat engkau tahu apa Hari Pembalasan itu?   Pada hari itu tidak ada jiwa mempunyai kekuatan sedikitpun untuk memberi manfaat bagi jiwa lain! Dan segala keputusan pada hari itu kepunyaan Allah.   (Al-Infithār   [82]:18-20).
      Pernyataan Allah Swt.   یَوۡمَ لَا تَمۡلِکُ نَفۡسٌ لِّنَفۡسٍ شَیۡئًا ؕ وَ الۡاَمۡرُ  یَوۡمَئِذٍ  لِّلّٰہِ  – “Pada hari itu tidak ada jiwa mempunyai kekuatan sedikitpun untuk memberi manfaat bagi jiwa lain! Dan segala keputusan pada hari itu kepunyaan Allah   benar-benar  akan membuat  kecewa berat  bangsa-bangsa Kristen dari Barat dan mereka yang mempercayai itikad “penebusan dosa  melalui “kematian terkutuk Yesus Kristus di tiang Salib  rekayasa Paulus dalam Surat-surat kirimannya.
      Pendek kata, bahwa   Sifat Māliki yawmid-dīn (Pemilik Hari Pembalasan) Allah Swt.  dalam kaitannya dengan   tiga landasan akhlak yang baik --  adil, ihsan dan iytā-i dzil-qurba --    hubungannya dengan  adil, firman-Nya:
اِنَّ اللّٰہَ یَاۡمُرُ بِالۡعَدۡلِ وَ الۡاِحۡسَانِ وَ اِیۡتَآیِٔ ذِی الۡقُرۡبٰی وَ یَنۡہٰی عَنِ الۡفَحۡشَآءِ  وَ الۡمُنۡکَرِ وَ الۡبَغۡیِ ۚ یَعِظُکُمۡ   لَعَلَّکُمۡ   تَذَکَّرُوۡنَ ﴿﴾
Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat ihsan (kebajikan), dan memberi seperti kepada kaum kerabat, serta melarang dari perbuatan keji, mungkar, dan pemberontakan. Dia nasihatkan kepada kamu  supaya kamu mengambil pelajaran. (An-Nahl [16]:91).

(Bersambung)

Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
***
Pajajaran Anyar,  29 Oktober    2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar