Sabtu, 07 September 2013

Berbagai Keberkatan Ilahi di Akhir zaman Sebagai Buah Hijrahnya Dua Orang Khalifatul Masih Jemaat Ahmadiyah


بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡمِ


Khazanah Ruhani Surah  Shād 


Bab 12

  Berbagai Keberkatan Ilahi    di Akhir Zaman Sebagai Buah       Hijrah  Dua Orang Khalifatul Masih Jemaat Ahmadiyah     

Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma

D
alam akhir  Bab sebelumnya  telah dikemukakan  mengenai  berbagai kemajuan yang diraih oleh Nabi Besar Muhammad saw. setelah hijrah dari Mekkah ke Madinah, dan  itulah  yang dimaksud dengan ayat    اِلَی الۡمَسۡجِدِ الۡاَقۡصَا الَّذِیۡ بٰرَکۡنَا حَوۡلَہٗ  لِنُرِیَہٗ مِنۡ اٰیٰتِنَا ؕ اِنَّہٗ  ہُوَ  السَّمِیۡعُ  الۡبَصِیۡرُ -- “ke Masjidil-Aqsha, yang sekelilingnya telah Kami berkati, supaya Kami memperlihatkan kepadanya Tanda-tanda Kami, sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar, Maha Melihat”, dalam firman-Nya:
سُبۡحٰنَ الَّذِیۡۤ  اَسۡرٰی بِعَبۡدِہٖ لَیۡلًا مِّنَ الۡمَسۡجِدِ الۡحَرَامِ  اِلَی الۡمَسۡجِدِ الۡاَقۡصَا الَّذِیۡ بٰرَکۡنَا حَوۡلَہٗ  لِنُرِیَہٗ مِنۡ اٰیٰتِنَا ؕ اِنَّہٗ  ہُوَ  السَّمِیۡعُ  الۡبَصِیۡرُ ﴿﴾
Maha Suci Dia  Yang telah memperjalankan beliau saw. pada waktu malam dari Masjidilharam ke Masjidil-Aqsha, yang sekelilingnya telah Kami berkati, supaya Kami memperlihatkan kepadanya Tanda-tanda Kami, sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar, Maha Melihat” (Bani Israil [17]:2).
    Dalam ayat tersebut Medinah diisyaratkan sebagai masjidil-aqsha (mesjid yang jauh) yang kemudian Nabi Besar Muhammad saw., mendirikan mesjid Nabawi, yang merupakan mesjid pertama yang dibangun umat Islam setelah hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Nubuatan Dalam  Peristiwa Isra & Kesuksesan  Nabi Besar  Muhammad Saw. Setelah Hijrah ke Medinah

     Ada pun  makna yang terkandung dalam peristiwa Isra bahwa Nabi Besar Muhammad saw. menjadi imam shalat berjama’ah di Masjidil Aqsha merupakan nubuatan berupa kabar gembira salah satu keberkatan hijrah  Nabi Besar Muhammad saw. itu adalah:
     (1) Setelah peristiwa hijrah tersebut hampir seluruh peperangan yang dilakukan umat Islam melawan agresi pasukan kaum kafir Quraisy Mekkah – Perang  Badar, Perang Uhud, Perang Khandaq – semuanya dimenangkan oleh  Nabi Besar Muhammad saw. dan umat Islam.
      (2)  Allah Swt. telah menyebut  Perjanjian Hudaybiyah  antara pihak Nabi Besar Muhammad saw. dengan kaum kafir Quraisy Mekkah – yang menjurus kepada terjadinya Fatah (Penaklukan) Mekkah – sebagai “Kemenangan yang nyata” (QS.48:1-11).
      (3) Agama Islam tidak hanya terkurung di jazirah Arabia saja, tetapi akan meluas ke berbagai daerah di luar jazirah Arabia dan akan banyak mendirikan mesjid di wilayah-wilayah tersebut.
      (4) Banyak dari para pengikut para Rasul Allah yang diutus sebelum Nabi Besar Muhammad saw. yang akan menggabungkan diri ke dalam agama Islam dan menjadi  pengikut Nabi Besar Muhammad saw. atau menjadi Muslim.
      (5) Setelah hijrah ke Medinah, umat Islam yang sebelumnya menjadi  obyek kezaliman Abu Jahal dan kawan-kawannya di Mekkah berubah posisi menjadi pihak yang terus  menerus meraih keunggulan  atas mereka dalam berbagai peperangan.
      (6) Puncak dari keberkatan  peristiwa hijrah  tersebut adalah ketika Nabi Besar Muhammad saw. yang beberapa tahun sebelumnya merupakan  “seorang pelarian” dari Mekkah yang ditemani oleh Abu Bakar Shiddiq r.a. (QS.9:40), tetapi beberapa tahun kemudian beliau saw. dengan diiringi 10.000 orang Islam (10.000 orang-orang suci)   memasuki Mekkah,  sebagai satu-satunya   Penakluk Agung” yang dapat memasuki kota Mekkah dengan  selamat, berbeda dengan nasib tragis yang menimpa Abrahah  bersama “tentara gajahnya” yang binasa ketika bermaksud hendak menghancurkan Baitullah (Ka’bah) di masa kelahiran Nabi Besar Muahmmad saw. (QS.105-6).
       Pendek kata, peristiwa Isra dan Mikraj  yang dikalangan umumnya umat Islam selalu diperingati setiap tahun  secara meriah  dengan hanya menekankan masalah hal-hal yang bersifat “spektakuler”,  terbukti di dalamnya mengandung berbagai  nubuatan berisi kabar gembira  mengenai berbagai kemajuan besar yang akan diraih oleh Nabi Besar Muhammad saw. dan umat Islam,  setelah  beliau saw. hijrah dari Mekkah ke Madinah akibat “makar buruk” yang dirancang Abu Jahal dan kawan-kawannya di Mekkah untuk menghabisi Nabi Besar Muhammad saw. dan missi suci beliau saw., firman-Nya:
وَ  اِنۡ  کَادُوۡا  لَیَسۡتَفِزُّوۡنَکَ مِنَ  الۡاَرۡضِ لِیُخۡرِجُوۡکَ مِنۡہَا وَ اِذًا  لَّا یَلۡبَثُوۡنَ خِلٰفَکَ   اِلَّا   قَلِیۡلًا﴿﴾  سُنَّۃَ مَنۡ قَدۡ اَرۡسَلۡنَا قَبۡلَکَ مِنۡ رُّسُلِنَا وَ لَا تَجِدُ  لِسُنَّتِنَا تَحۡوِیۡلًا ﴿﴾
Dan nyaris mereka benar-benar menakut-nakuti untuk mengusir engkau dari negeri ini,  supaya  mereka dapat mengeluarkan  engkau darinya, dan jika demikian mereka niscaya tidak akan tinggal sepeninggal engkau melainkan hanya sebentar.   Demikianlah cara perlakuan Kami terhadap rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau, dan engkau tidak akan mendapatkan perubahan dalam cara perlakuan Kami. (Bani Israil [17]:77-78).