Kamis, 13 Maret 2014

Makna "Pelepasan Iblis dari Pemenjaraannya Selama Seribu Tahun" & Penyerbuan Bangsa-bangsa Kristen dari Barat ke Berbagai Pelosok Dunia



 مِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡم

Khazanah Ruhani Surah  Shād

Bab  175

Makna “Pelepasan Iblis dari Pemenjaraannya Selama Seribu Tahun &   Penyerbuan Bangsa-bangsa Kristen dari Barat ke Berbagai Pelosok Dunia

Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma
 
P
ada  akhir Bab sebelumnya  telah dikemukakan  mengenai    Surah Al-Kahf, firman-Nya:
   وَ تَحۡسَبُہُمۡ اَیۡقَاظًا وَّ ہُمۡ رُقُوۡدٌ ٭ۖ وَّ نُقَلِّبُہُمۡ ذَاتَ الۡیَمِیۡنِ وَ ذَاتَ الشِّمَالِ ٭ۖ وَ کَلۡبُہُمۡ بَاسِطٌ ذِرَاعَیۡہِ  بِالۡوَصِیۡدِ ؕ لَوِ اطَّلَعۡتَ عَلَیۡہِمۡ لَوَلَّیۡتَ مِنۡہُمۡ فِرَارًا  وَّ  لَمُلِئۡتَ مِنۡہُمۡ  رُعۡبًا ﴿﴾   وَ کَذٰلِکَ بَعَثۡنٰہُمۡ  لِیَتَسَآءَلُوۡا  بَیۡنَہُمۡ ؕ قَالَ قَآئِلٌ مِّنۡہُمۡ کَمۡ لَبِثۡتُمۡ ؕ قَالُوۡا لَبِثۡنَا یَوۡمًا اَوۡ بَعۡضَ یَوۡمٍ ؕ قَالُوۡا رَبُّکُمۡ  اَعۡلَمُ بِمَا لَبِثۡتُمۡ ؕ فَابۡعَثُوۡۤا اَحَدَکُمۡ بِوَرِقِکُمۡ ہٰذِہٖۤ  اِلَی الۡمَدِیۡنَۃِ فَلۡیَنۡظُرۡ  اَیُّہَاۤ   اَزۡکٰی  طَعَامًا فَلۡیَاۡتِکُمۡ بِرِزۡقٍ مِّنۡہُ  وَ لۡـیَؔ‍‍‍تَلَطَّفۡ وَ لَا  یُشۡعِرَنَّ  بِکُمۡ  اَحَدًا ﴿﴾  اِنَّہُمۡ اِنۡ یَّظۡہَرُوۡا عَلَیۡکُمۡ یَرۡجُمُوۡکُمۡ اَوۡ یُعِیۡدُوۡکُمۡ فِیۡ مِلَّتِہِمۡ وَ لَنۡ تُفۡلِحُوۡۤا اِذًا  اَبَدًا ﴿﴾
Dan engkau menyangka mereka itu bangun  padahal mereka itu tidur, dan Kami membolik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, dan anjing mereka sedang menjulurkan kedua kaki-depannya di halaman gua itu. Seandainya engkau menyaksikan mereka niscaya engkau akan berbalik dari mereka untuk melarikan diri dan niscaya engkau akan dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka.  Dan demikianlah Kami  bangkitkan mereka supaya mereka saling bertanya di antara mereka. Salah seorang dari mereka berkata:  "Berapa lamakah kamu tinggal?" Mereka menjawab:  "Kami telah tinggal sehari atau sebagian dari hari." Yang lain ber­kata: "Rabb (Tuhan) kamu  lebih mengetahui lamanya kamu tinggal.  Maka suruhlah sekarang salah seorang dari antara kamu dengan mata uang kamu ini ke kota dan hendaklah ia memperhatikan  siapa dari antara  mereka mempunyai bahan makanan terbaik dan hendaklah ia membawa kepada kamu rezeki  darinya. Dan hendaklah ia bersikap lemah-lembut,  dan ia jangan memberitahukan mengenai kamu kepada siapa pun.   Sesungguhnya jika mereka  unggul atas kamu  mereka akan mengusir kamu atau akan memaksa kamu kembali ke dalam agama mereka, dan  kamu tidak akan pernah berhasil selama-lamanya.   (Al-Kahf  [18]:19-21).

Kekuasaan Duniawi Bangsa-bangsa Kristen dari  Barat & Hubungan Ashhābul-Kahf  (Para Penghuni Gua)  dengan Dajjal

         Makna ayat   لَوِ اطَّلَعۡتَ عَلَیۡہِمۡ لَوَلَّیۡتَ مِنۡہُمۡ فِرَارًا  وَّ  لَمُلِئۡتَ مِنۡہُمۡ  رُعۡبًا  -- “Seandainya engkau menyaksikan mereka niscaya engkau akan berbalik dari mereka untuk melarikan diri dan niscaya engkau akan dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka,”  menunjuk kepada masa  ketika bangsa-bangsa Kristen dari barat – terutama setelah Revolusi Industri -- akan memperoleh kekuasaan politik yang besar di dunia, firman-Nya:
   وَ تَحۡسَبُہُمۡ اَیۡقَاظًا وَّ ہُمۡ رُقُوۡدٌ ٭ۖ وَّ نُقَلِّبُہُمۡ ذَاتَ الۡیَمِیۡنِ وَ ذَاتَ الشِّمَالِ ٭ۖ وَ کَلۡبُہُمۡ بَاسِطٌ ذِرَاعَیۡہِ  بِالۡوَصِیۡدِ ؕ لَوِ اطَّلَعۡتَ عَلَیۡہِمۡ لَوَلَّیۡتَ مِنۡہُمۡ فِرَارًا  وَّ  لَمُلِئۡتَ مِنۡہُمۡ  رُعۡبًا ﴿﴾   
Dan engkau menyangka mereka itu bangun  padahal mereka itu tidur, dan Kami membolik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, dan anjing mereka sedang menjulurkan kedua kaki-depannya di halaman gua itu.  Seandainya engkau menyaksikan mereka niscaya engkau akan berbalik dari mereka untuk melarikan diri dan niscaya engkau akan dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka.    (Al-Kahf  [18]:19).
  Al-Quran menubuatkan hakikat ini ratusan tahun sebelumnya, ketika bangsa-bangsa Kristen masih terbenam dalam tidur lelap selama  ratusan tahun, sehingga daya cipta yang betapa pun kaya dan luasnya tidak dapat meramalkan kekuasaan dan kemuliaan  duniawi  yang akan dicapai oleh bangsa­-bangsa itu  sesudahnya.
  Dengan demikian ayat     لَوِ اطَّلَعۡتَ عَلَیۡہِمۡ لَوَلَّیۡتَ مِنۡہُمۡ فِرَارًا  وَّ  لَمُلِئۡتَ مِنۡہُمۡ  رُعۡبًا  -- “Seandainya engkau menyaksikan mereka niscaya engkau akan berbalik dari mereka untuk melarikan diri dan niscaya engkau akan dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka,”   berisikan gambaran khas mengenai kekuasaan duniawi bangsa-bangsa Kristen dari barat di atas negeri-negeri sebelah timur dan selatan, cara hidup mereka yang khusus, rasa takut, dan keseganan yang bangsa ini timbulkan di tengah-­tengah rakyat-rakyat yang mendiami daerah-daerah tersebut, sebagaimana digambarkan secara kiasan dalam Hadits-hadits Nabi Besar Muhammad saw. mengenai  berbagai kemampuan  Dajjal,  salah satunya adalah hadits berikut ini:
        Dari Nawwas bi Sam’an disebutkan: Di suatu pagi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang Dajjal dengan suara pelan, lalu suaranya meninggi seolah-olah Dajjal telah berada di salah satu kebun kurma ( di kota Madinah ). Kami beranjak dari majelis Beliau, kemudian kami datang lagi. Sepertinya Beliau tahu, lalu berkata, “Ada apa?” Kami menjawab, “Wahai Rasulullah, tadi pagi engkau menceritakan tentang Dajjal dengan suara pelan lalu meninggikan suara, sehingga kami mengira Dajjal telah muncul di salah satu kebun kurma”.
      Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada selain Dajjal yang lebih aku khawatirkan. Jika Dajjal keluar sekarang, aku yang akan menghadapinya, namun jika ia keluar setelah aku tiada, masing-masing kalian menghadapinya. Allah Subhaana wa Ta’aala menjadikan penggantiku pada seorang setiap Muslim.  Dajjal seorang pemuda berambut keriting, matanya sebelah kanan celek, aku menyerupakannya dengan Abdul Uzza bin Qathan (lelaki Quraisy yang hidup di zaman Jahiliyah). Maka barang siapa yang menemuinya bacalah surat Al-Kahfi. Ia keluar dari sebuah jalan antara Syam dan Iraq, lalu ia berbuat binasa kesana kemari. Hai hamba Allah, tetaplah dalam dīn (agama) kalian!”
      Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, berapa lama ia di bumi? Rasul shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Empat puluh hari. Satu harinya seperti setahun, satu harinya seperti sebulan, satu harinya seperti seminggu, sisa harinya seperti hari-hari biasa.”    Kami bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, satu hari seperti setahun itu, apakah cukup shalat sehari saja?” Nabi Shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab lagi, ” Tidak, tapi perkirakanlah saja selama setahun.”
       Kami bertanya, “Bagaimana kecepatan jalannya?” Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seperti awan ditiup angin. Dajjal mendatangi suatu kaum lalu menyeru mereka, kemudian mereka beriman kepadanya dan mematuhinya. Ia perintahkan langit, lalu turunlah hujan. Ia perintahkan bumi, keluarlah tumbuh-tumbuhan. Punuk unta dan kantung susu hewan ternak penuh berisi. Kemudian ia mendatangi suatu kaum lalu menyeru mereka agar beriman kepadanya, tetapi mereka menolak seruannya. Kemudian ia meninggalkan daerah tersebut, lalu mereka ditimpa kekeringan sampai mereka tidak mempunyai sedikitpun harta. Setelah itu ia melewati gedung yang runtuh dan berkata, ‘Keluarlah harta karunmu!’ , maka harta berterbangan mengikutinya seperti lebah. Kemudian ia memanggil seorang pemuda dan menebasnya dengan pedang hingga badannya terbelah dua. Kemudian ia panggil lagi, si pemuda yang sudah terbelah itu bangkit sambil mentertawakan Dajjal. Di saat itulah muncul Nabi Isa ‘alaihisalam, lalu mengejar Dajjal dan mendapatinya di pintu gerbang kota Lud (di Palestina) yang kemudian ia membunuh Dajjal. ” (HR Muslim).
 Dengan demikian makna  ayat     لَوِ اطَّلَعۡتَ عَلَیۡہِمۡ لَوَلَّیۡتَ مِنۡہُمۡ فِرَارًا  وَّ  لَمُلِئۡتَ مِنۡہُمۡ  رُعۡبًا  -- “Seandainya engkau menyaksikan mereka niscaya engkau akan berbalik dari mereka untuk melarikan diri dan niscaya engkau akan dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka,”    sama sekali tidak ada hubungannya dengan  keseraman penampilan jasmani para “penghuni gua  (Ashhābul- kahf – QS.18:10-19) -- setelah terbangun dari “tidur lelap” mereka selama 3 abad,  sebagaimana yang telah disalah-tafsirkan  mengenai  kisah  Ashhābul- kahf  yang dikemukakan Al-Quran --  melainkan  ayat ini nampaknya menunjuk kepada kekuasaan duniawi  bangsa-bangsa Kristen dari barat, sesudah mereka menyebar ke seluruh dunia (QS.18:1-9).

Penyusupan Diam-diam Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog)  Melalui Perdagangan 

 Kata-kata وَ کَذٰلِکَ بَعَثۡنٰہُمۡ  لِیَتَسَآءَلُوۡا  بَیۡنَہُم -- “Dan demikianlah Kami  bangkitkan mereka supaya mereka saling bertanya di antara mereka” mengisyaratkan kepada kemajuan besar yang bangsa-bangsa Kristen itu telah ditakdirkan mencapainya di masa yang akan datang.      Kata-kata   قَالَ قَآئِلٌ مِّنۡہُمۡ کَمۡ لَبِثۡتُمۡ   --  Salah seorang dari mereka berkata: “Berapa lamakah kamu telah tinggal?" mengandung arti bahwa bangsa-bangsa Kristen bangkit dan menyingkirkan jauh-jauh kemalasan mereka.
   Kebangkitan kesadaran tersebut  telah terjadi di masa peperangan salib, ketika raja-raja Inggris, Perancis, dan Jerman bersatu padu memperjuangkan tujuan bersama, dan seluruh Eropa bergabung mengadakan serangan bersama terhadap umat Islam, untuk merenggut   tanah suci (Palestina) dari tangan mereka.
 Menurut muhawarah bahasa Arab  لَبِثۡنَا یَوۡمًا اَوۡ بَعۡضَ یَوۡمٍ  -- “dari hari atau sebagian hari” menunjuk kepada masa yang tidak tentu. Di tempat lain (QS.20:103-104) Al-Quran telah menetapkan 1000 tahun, yang selama itu bangsa­-bangsa Kristen dari barat itu tetap tinggal  dalam keadaan tidur atau tanpa kegiatan.
Kata ''sepuluh hari" dalam QS.20:103-104 dipergunakan untuk menyatakan sepuluh abad, dan kata-kata "bermata biru" dalam ayat-ayat tersebut menunjuk kepada bangsa-bangsa barat yang pada umumnya bermata biru. Ini merupakan kenyataan sejarah yang cukup dikenal, bahwa dasar-dasar kekuasaan Inggris di Timur diletakkan pada permulaan abad ketujuh belas ("March of Man"). Masa ini mendekati seribu tahun sesudah  Nabi Besar Muhammad saw.
  Ada pun makna ayat   فَابۡعَثُوۡۤا اَحَدَکُمۡ بِوَرِقِکُمۡ ہٰذِہٖۤ  اِلَی الۡمَدِیۡنَۃِ فَلۡیَنۡظُرۡ  اَیُّہَاۤ   اَزۡکٰی  طَعَامًا فَلۡیَاۡتِکُمۡ بِرِزۡقٍ مِّنۡہُ   -- “Maka suruhlah sekarang salah seorang dari antara kamu dengan mata uang kamu ini ke kota dan hendaklah ia memperhatikan  siapa dari antara  mereka mempunyai bahan makanan terbaik dan hendaklah ia membawa kepada kamu rezeki  darinya,” yaitu ketika "penghuni-penghuni gua" melihat, bahwa gelombang penindasan terhadap mereka telah mereda, mereka mengutus salah seorang anggota mereka ke kota yang dibekali dengan beberapa mata uang lama untuk membeli perbekalan hidup dan untuk menyelidiki bagaimana situasi, yang menyangkut diri mereka.

Politik Devide et Impera (Memecah-belah dan Menjajah)

 Tha'ām dapat berarti, bahan-bahan makanan seperti gandum, jelai, jawawut, kurma dan lain sebagainya (Lexicon Lane). Hal ini Ini menunjuk kepada ekspedisi­-ekspedisi perdagangan bangsa-bangsa Kristen barat ke seluruh bagian dunia.  Makna ayat   وَ لۡـیَؔ‍‍‍تَلَطَّفۡ   -- “Dan hendaklah ia bersikap lemah-lembut,”   para ahli niaga Eropa mempunyai keterampilan khas untuk berlaku lemah-lembut dan sopan-santun dalam urusan perdagangan mereka.
  Nampaknya ungkapan, "hendaklah ia bersikap lemah-lembut" menunjuk kepada sifat khusus ini. Kata-kata itu berarti pula, "hendaknya ia berlaku hati-hati." Sedangkan makna ayat   وَ لَا  یُشۡعِرَنَّ  بِکُمۡ  اَحَدًا --   "dan ia jangan memberitahukan mengenai kamu kepada siapa pun”   mengisyaratkan kepada penyusupan pengaruh barat ke timur dengan diam-diam dan tidak menyolok mata.
  Kata-kata dalam ayat  selanjutnya  اِنَّہُمۡ اِنۡ یَّظۡہَرُوۡا عَلَیۡکُمۡ یَرۡجُمُوۡکُمۡ اَوۡ یُعِیۡدُوۡکُمۡ فِیۡ مِلَّتِہِمۡ وَ لَنۡ تُفۡلِحُوۡۤا اِذًا  اَبَدًا  --  “sesungguhnya jika mereka  unggul atas kamu  mereka akan mengusir kamu atau akan memaksa kamu kembali ke dalam agama mereka, dan  kamu tidak akan pernah berhasil selama-lamanya,” hal  ini berarti "Jika orang-orang yang kepadanya kamu mengirim rombongan dagang dapat mengetahui niat-niat kamu yang sebenarnya, atau sebelum kaki kamu ditegakkan dengan kuat di negeri mereka, suatu persengketaan politik atau perselisihan dagang timbul, dan kamu sendiri tidak kuat menghadapinya, kemudian kamu akan terpaksa meninggalkan negeri mereka atau memeluk agama mereka. Jika terjadi salah satu di antara keduanya, kamu akan gagal memperoleh tempat berpijak yang kekal, dan semua impian kamu untuk menegakkan kerajaan yang besar di negeri mereka akan lenyap sirna."
      Pendek kata “penyusupan pengaruh barat ke timur” yang dilakukan bangsa-bangsa Kristen dari Barat telah  sukses mereka lakukan, setelah itu mereka mulai melakukan politik Devide et Impera (memecah-belah dan menjajah) di wilayah-wilayah koloni perdagangan yang mereka kuasai – termasuk  di Nusantara, dimana bangsa Belanda berhasil menjajah  wilayah  Nusantara selama 350 tahun -- hampir sama  lamanya  dan cara-cara   penindasan yang dilakukannya dengan  cara-cara  dinasti Fir’aun di Mesir terhadap Bani Israil selama 400 tahun (Kejadian 15:12-16; QS.28:1-7).

Pelepasan Iblis dari “Pemenjaraan Seribu Tahun

      Kembali kepada firman-Nya mengenai “peniupan  nafiri” dan  orang-orang berdosa yang bermata biru”:
یَّوۡمَ یُنۡفَخُ فِی الصُّوۡرِ وَ نَحۡشُرُ الۡمُجۡرِمِیۡنَ  یَوۡمَئِذٍ  زُرۡقًا ﴿﴾ۚۖ  یَّتَخَافَتُوۡنَ بَیۡنَہُمۡ  اِنۡ لَّبِثۡتُمۡ اِلَّا عَشۡرًا ﴿﴾  نَحۡنُ اَعۡلَمُ بِمَا یَقُوۡلُوۡنَ اِذۡ یَقُوۡلُ اَمۡثَلُہُمۡ طَرِیۡقَۃً اِنۡ لَّبِثۡتُمۡ اِلَّا یَوۡمًا ﴿﴾٪
Hari ketika  nafiri (terompet) akan ditiup, dan Kami akan menghimpun orang-orang berdosa yang bermata biru pada hari itu.  Mereka saling berbisik-­bisik di antara mereka: "Tidaklah kamu akan  tinggal melainkan hanya sepuluh."  Kami lebih mengetahui mengenai apa yang akan mereka katakan ketika  berkata orang yang paling baik cara hidupnya  di antara mereka: "Tidaklah kamu tinggal melainkan sehari." (Thā Hā [20]:103-105).
  "Sepuluh"  dalam ayat  اِنۡ لَّبِثۡتُمۡ اِلَّا عَشۡرًا -- "Tidaklah kamu akan  tinggal melainkan hanya sepuluh,"    di sini berarti 10 abad (1000 tahun). Isyarat itu ditujukan kepada sepuluh abad (1000 tahun) sesudah hijrah Nabi Besar Muhammad saw. dari Makkah ke Madinah yang selama itu bangsa-bangsa Eropa hampir tetap dalam keadaan tidur belaka.  
       Baru pada permulaan abad ke-17  bangsa-­bangsa Eropa keluar dari keadaan tidurnya lalu mulai menyebar ke seluruh dunia serta menaklukkan dunia (QS.18:19-21), yaitu kira-kira 1000 tahun sesudah Nabi Besar Muhammad saw,  mulai bertabligh pada awal abad ke-7.
  Arti kalimat tharīqat al-qaum dalam ayat   اِذۡ یَقُوۡلُ اَمۡثَلُہُمۡ طَرِیۡقَۃً اِنۡ لَّبِثۡتُمۡ اِلَّا یَوۡمًا   --  berkata orang yang paling baik cara hidupnya  di antara mereka: "Tidaklah kamu tinggal melainkan sehari"berarti “kaum yang terbaik atau paling lurus” (Aqrab-al-Mawarid). Yaum (hari) di sini berarti seribu tahun yang disinggung dalam QS.22:48 dan bersesuaian dengan "sepuluh" yang tersebut dalam ayat yang mendahuluinya, yaitu sepuluh abad atau 1000 tahun.
  Yaum berarti pula waktu yang hakiki. Dalam pengertian inilah maka orang-orang kafir - ketika ditimpa oleh siksaan Tuhan - dilukiskan mengatakan bahwa masa kesejahteraan dan kemajuan  duniawi mereka itu hanya berlaku satu hari saja, yaitu sangat pendek. Itulah makna ayat   اِنۡ لَّبِثۡتُمۡ اِلَّا یَوۡمًا  --  "Tidaklah kamu tinggal melainkan sehari."  
    Mengisyaratkan kepada kenyataan itu pulalah  kasyaf (penglihatan ruhani) yang dialami oleh Yohanes yang diceritakannya dalam Kitab Wahyu berikut ini:
       Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir,   Iblis akan dilepaskan  dari penjaranya,   dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa   pada keempat penjuru bumi,  yaitu Gog dan Magog,  dan mengumpulkan mereka untuk berperang   dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut.  Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung   perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi   itu. Tetapi dari langit   turunlah api menghanguskan mereka,  dan Iblis, yang menyesatkan mereka,  dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang  ,   yaitu tempat binatang  dan nabi palsu   itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya. (Wahyu 20:7-10).
  Nubuatan mengenai kehancuran kejayaan duniawi bangsa-bangsa Kristen dari Barat –  yang “bermata biru  atau Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) – dikemukakan dalam ayat selanjutnya, firman-Nya kepada Nabi Besar Muhammad saw.:
وَ یَسۡـَٔلُوۡنَکَ عَنِ الۡجِبَالِ فَقُلۡ یَنۡسِفُہَا رَبِّیۡ  نَسۡفًا ﴿﴾ۙ  فَیَذَرُہَا  قَاعًا صَفۡصَفًا ﴿﴾ۙ  لَّا  تَرٰی  فِیۡہَا عِوَجًا  وَّ  لَاۤ   اَمۡتًا ﴿﴾ؕ  یَوۡمَئِذٍ یَّتَّبِعُوۡنَ الدَّاعِیَ لَا عِوَجَ لَہٗ ۚ وَ خَشَعَتِ الۡاَصۡوَاتُ لِلرَّحۡمٰنِ فَلَا تَسۡمَعُ   اِلَّا ہَمۡسًا ﴿﴾   یَوۡمَئِذٍ لَّا تَنۡفَعُ الشَّفَاعَۃُ  اِلَّا مَنۡ اَذِنَ  لَہُ  الرَّحۡمٰنُ  وَ رَضِیَ  لَہٗ  قَوۡلًا ﴿﴾
Dan  mereka bertanya kepada engkau mengenai gunung-­gunung itu, maka katakanlah: "Rabb-ku (Tuhan-ku) akan menghancurkan­nya sehancur-hancurnya, maka Dia akan meninggalkannya sebagai tanah datar yang gersang,   engkau tidak akan melihat di dalamnya kerendahan dan ketinggian.  Pada hari itu mereka akan mengikuti Penyeru,  tidak ada kebengkokan dalam ajarannya, dan semua suara akan merendah di hadapan Tuhan Yang Maha Pemurah dan    engkau tidak  akan men­dengar kecuali bisikan.    Pada hari itu  syafaat tidak bermanfaat kecuali orang yang telah mendapat izin baginya dari Tuhan Yang Maha Pemurah dan perkataannya telah diridhai. (Thā Hā [20]:106-110).    
     Isyarat dalam kata al-jibāl (gunung-gunung) di sini, ditujukan kepada bangsa-bangsa Kristen dari barat yang gagah-perkasa itu. Nubuatan dalam ayat ini bertalian dengan kehancuran mereka secara total. Kehancuran barat telah mulai berjalan sejak beberapa lama. Dua perang dunia terakhir telah sangat melemahkannya (Spengler's "Decline of the West" & Toynbee's "A Study of History").

(Bersambung)

Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
***
Pajajaran Anyar,  8 Februari      2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar