Rabu, 12 Maret 2014

Hubungan "Orang-orang Berdosa Bermata Biru" dengan Ya'juj (Gog) dan Ma'juj (Magog) atau Dajjal



 بِسۡمِ اللّٰہِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡم

Khazanah Ruhani Surah  Shād

Bab  174

Hubungan “Orang-orang Berdosa   Bermata Biru” dengan  Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) atau Dajjal   

Oleh

Ki Langlang Buana Kusuma
 
P
ada  akhir Bab sebelumnya  telah dikemukakan  mengenai    ayat  وَ  یَسۡتَعۡجِلُوۡنَکَ بِالۡعَذَابِ وَ لَنۡ یُّخۡلِفَ اللّٰہُ وَعۡدَہٗ ؕ وَ اِنَّ یَوۡمًا عِنۡدَ رَبِّکَ  کَاَلۡفِ  سَنَۃٍ   مِّمَّا  تَعُدُّوۡنَ  -- “Dan mereka meminta kepada engkau untuk mempercepat azab, tetapi Allah  tidak akan pernah mengingkari janji-Nya” (ayat 48), Nabi Besar Muhammad saw.  menurut riwayat pernah bersabda, bahwa tiga abad pertama Islam akan merupakan masa yang terbaik, sesudah itu kepalsuan akan tersebar dan suatu masa kegelapan akan datang dan meluas sampai seribu tahun (Tirmidzi).
        Masa 1000 tahun tersebut dipersamakan dengan satu hari, berikut firman Allah Swt.  mengenai proses diturunkan-Nya  wahyu Al-Quran kepada Nabi Besar Muhammad saw.:
یُدَبِّرُ الۡاَمۡرَ مِنَ السَّمَآءِ  اِلَی الۡاَرۡضِ ثُمَّ یَعۡرُجُ  اِلَیۡہِ  فِیۡ یَوۡمٍ کَانَ مِقۡدَارُہٗۤ اَلۡفَ سَنَۃٍ  مِّمَّا تَعُدُّوۡنَ ﴿﴾
Dia mengatur perintah dari langit sampai bumi, kemudian perintah itu akan naik kepada-Nya dalam satu hari, yang hitungan lamanya seribu tahun dari apa yang kamu hitung. (As-Sajdah [32]:6).

Merajalelanya Kembali Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) Setelah  Masa  Pemenjaraan Mereka” Selama  Seribu Tahun

       Dalam masa  kemunduran  umat Islam secara berangsur-angsur selama 1000 tahun tersebut  satu kaum yang bermata biru (QS.20:103-104)  -- yakni Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog)  atau bangsa-bangsa Kristen dari Eropa (Kitab Wahyu 20:1-10;  QS.18:94-102; QS.21:96-101) -- akan bangkit dan menyebar luas ke seluruh dunia
      Orang-orang bermata biru itulah yang karena sombong dan takaburnya, yang diakibatkan oleh karena memperoleh kemuliaan duniawi dan kekuasaan politik (QS.18:1-9) telah digambarkan memberi tantangan kepada  Nabi Besar Muhammad saw,   untuk mempercepat azab Ilahi  yang — begitulah dikatakan oleh beliau  saw. — akan menimpa mereka pada waktu yang ditentukan dan dijanjikan itu, firman-Nya:
یَّوۡمَ یُنۡفَخُ فِی الصُّوۡرِ وَ نَحۡشُرُ الۡمُجۡرِمِیۡنَ  یَوۡمَئِذٍ  زُرۡقًا ﴿﴾ۚۖ  یَّتَخَافَتُوۡنَ بَیۡنَہُمۡ  اِنۡ لَّبِثۡتُمۡ اِلَّا عَشۡرًا ﴿﴾  نَحۡنُ اَعۡلَمُ بِمَا یَقُوۡلُوۡنَ اِذۡ یَقُوۡلُ اَمۡثَلُہُمۡ طَرِیۡقَۃً اِنۡ لَّبِثۡتُمۡ اِلَّا یَوۡمًا ﴿﴾٪
Hari ketika  nafiri (terompet) akan ditiup, dan Kami akan menghimpun orang-orang berdosa yang bermata biru pada hari itu.  Mereka saling berbisik-­bisik di antara mereka: "Tidaklah kamu akan  tinggal melainkan hanya sepuluh."  Kami lebih mengetahui mengenai apa yang akan mereka katakan ketika  berkata orang yang paling baik cara hidupnya  di antara mereka: "Tidaklah kamu tinggal melainkan sehari." (Thā Hā [20]:103-105).
  Sebagaimana telah dikemukakan dalam Bab sebelumnya, makna “peniupan nafiri” (peniupan terompet) dalam ayat tersebut  melambangkan pengutusan Rasul Allah  di Akhir Zaman yang mengumandangkan “seruan Ilahi” yang diamanatkan Allah Swt. kepadanya, yang kedatangannya diketahui oleh orang-orang yang mata ruhaninya tidak buta atau  orang-orang yang berakal  (QS.3:191-195).
 Isyarat dalam ayat Surah  Thā Hā [20]:103-105 itu nampaknya terutama ditujukan kepada bangsa­-bangsa Kristen dari barat yang bermata biru, dan mereka itu buta  mata ruhaninya serta menyimpan rasa benci tidak kunjung padam terhadap Islam dan Nabi Besar  Muhammad saw., firman-Nya:
فَمَا اسۡطَاعُوۡۤا اَنۡ یَّظۡہَرُوۡہُ  وَ مَا اسۡتَطَاعُوۡا  لَہٗ  نَقۡبًا ﴿﴾  قَالَ ہٰذَا رَحۡمَۃٌ مِّنۡ رَّبِّیۡ ۚ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ رَبِّیۡ جَعَلَہٗ  دَکَّآءَ ۚ وَ کَانَ وَعۡدُ رَبِّیۡ  حَقًّا  ﴿ؕ﴾ وَ تَرَکۡنَا بَعۡضَہُمۡ یَوۡمَئِذٍ یَّمُوۡجُ فِیۡ بَعۡضٍ وَّ نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ فَجَمَعۡنٰہُمۡ جَمۡعًا ﴿ۙ﴾  وَّ عَرَضۡنَا جَہَنَّمَ  یَوۡمَئِذٍ  لِّلۡکٰفِرِیۡنَ  عَرۡضَۨا ﴿﴾ۙ الَّذِیۡنَ کَانَتۡ اَعۡیُنُہُمۡ فِیۡ غِطَـآءٍ عَنۡ ذِکۡرِیۡ وَ کَانُوۡا لَا یَسۡتَطِیۡعُوۡنَ سَمۡعًا ﴿﴾٪
Maka mereka (Ya’juj dan Ma’juj) tidak dapat memanjatnya dan tidak dapat melubanginya.  Ia (Dzulqarnain) berkata: “Ini rahmat dari Rabb-ku (Tuhan-ku), tetapi apabila telah tiba janji Rabb-ku (Tuhan-ku), Dia akan me­mecahkannya  berkeping-keping, dan  janji Rabb-ku (Tuhan-ku) itu pasti benar.   Dan pada hari itu Kami akan mem­biarkan sebagian mereka  menyerang sebagian lain,   dan nafiri akan ditiup, lalu  Kami akan menghimpun mereka itu semuanya.  Dan pada hari itu Kami menghadirkan Jahannam berhadapan muka dengan orang-orang kafir,  yaitu  orang-orang yang mata mereka tertutup dari pe­ringatan-Ku,  dan mereka tidak mampu mendengar.  (Al-Kahf [18]:98-102).
   Setelah pembuatan dinding penghalang (dinding Darband) oleh Dzulqarnain itu selesai (QS.18:93-97) maka berhentilah serangan­-serangan Ya’juj  (Gog) dan Ma’juj (Magog)  dari utara. Tembok itu terlalu tebal untuk dipecahkan dan ditembus, dan terlalu tinggi untuk dipanjat. Dinding itu tingginva 29 kaki dan lebarnya 10 kaki (Encyclopaedia Britannica) dan mempunyai pintu-pintu besi dan menara-menara penjagaan. Dinding itu merupakan penjaga batas Persia yang paling ampuh.

Makna “Pecahnya Dinding Darband

   Cyrus atau Dzulqarnain tentunya telah diberitahu melalui ilham bahwa pada suatu ketika di masa depan  Ya’juj  (Gog) dan Ma’juj (Magog)  -- yakni bangsa-bangsa Kristen dari Barat --  akan tersebar sekali lagi ke tenggara. dan tembok itu akan mampu menahan atau menghentikan gerak maju mereka. Rupanya inilah arti dari kata-kata   جَعَلَہٗ  دَکَّآءَ   -- "Dia akan memecahkannya."
Dalam QS.21:97 kita diberitahu  bahwa  Ya’juj  (Gog) dan Ma’juj (Magog)   akan menjulurkan tangan-tangan guritanya ke seluruh dunia. Secara kiasan. "memecahkan dinding” dapat pula menunjuk kepada merosotnya kekuatan politik Islam, setelah masa kejayaannya yang pertama selama 3 abad (QS.32:6), terutama kekuatan bangsa Turki di Eropa. Dengan menjadi lemahnya Turki  maka jalan bangsa-bangsa Kristen di Eropa untuk menaklukkan daerah timur menjadi terbuka.
  Makna ayat  وَ تَرَکۡنَا بَعۡضَہُمۡ یَوۡمَئِذٍ یَّمُوۡجُ فِیۡ بَعۡضٍ وَّ نُفِخَ فِی الصُّوۡرِ فَجَمَعۡنٰہُمۡ جَمۡعًا  -- “Dan pada hari itu Kami akan mem­biarkan sebagian mereka  menyerang sebagian lain,   dan nafiri akan ditiup, lalu  Kami akan menghimpun mereka itu semuanya,”  yakni pada waktu menanjaknya  Ya’juj  (Gog) dan Ma’juj (Magog)  ke tangga kekuasaan, bangsa‑bangsa di seluruh dunia akan berhimpun  sehingga seluruh dunia akan menjadi seperti satu negeri. Dan menurut Bible, “Bangsa akan melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan serta kedengkian, kebencian, dan keburukan akan merajalela."
   Isyarat itu nampaknya ditujukan kepada masa Akhir Zaman ini,   dalam Perang Dunia yang lampau seolah-olah mereka (Ya’juj  (Gog) dan Ma’juj (Magog)  telah dilepaskan di dunia, dan manusia gemetar bila mengkhayalkan kebinasaan yang dapat diakibatkan oleh Perang Dunia Ketiga. Menurut Yehezkiel (bab-bab 38 dan 39) Uni Soviet itu Ya’juj (Gog) dan bangsa-bangsa barat itu Ma’juj (Magog). Kini pun mereka sedang bersiap-siap untuk perang Armagedon.
  Mengenai pembahasan hukuman Allah Swt. di Akhir Zaman ini  yang amat mengerikan dan membinasakan yang akan turun kepada  (Ya’juj  (Gog) dan Ma’juj (Magog) lihat Surah Ar-Rahmān ayat 34-46 dan Surah Al-Ma’ārij ayat 1-19.
  Yang dimaksud dengan peringatan-Ku dalam ayat  الَّذِیۡنَ کَانَتۡ اَعۡیُنُہُمۡ فِیۡ غِطَـآءٍ عَنۡ ذِکۡرِیۡ وَ کَانُوۡا لَا یَسۡتَطِیۡعُوۡنَ سَمۡعًا   -- “Dan pada hari itu Kami menghadirkan Jahannam berhadapan muka dengan orang-orang kafir,  yaitu  orang-orang yang mata mereka tertutup dari pe­ringatan-Ku,  dan mereka tidak mampu mendengar” maksudnya Al-Quran (QS.18:1-9).

Ashhabul-Kahfi (Para Penghuni Gua)
   
     Kembali kepada firman-Nya mengenai “peniupan  nafiri” dan  orang-orang berdosa yang bermata biru”:
یَّوۡمَ یُنۡفَخُ فِی الصُّوۡرِ وَ نَحۡشُرُ الۡمُجۡرِمِیۡنَ  یَوۡمَئِذٍ  زُرۡقًا ﴿﴾ۚۖ  یَّتَخَافَتُوۡنَ بَیۡنَہُمۡ  اِنۡ لَّبِثۡتُمۡ اِلَّا عَشۡرًا ﴿﴾  نَحۡنُ اَعۡلَمُ بِمَا یَقُوۡلُوۡنَ اِذۡ یَقُوۡلُ اَمۡثَلُہُمۡ طَرِیۡقَۃً اِنۡ لَّبِثۡتُمۡ اِلَّا یَوۡمًا ﴿﴾٪
Hari ketika  nafiri (terompet) akan ditiup, dan Kami akan menghimpun orang-orang berdosa yang bermata biru pada hari itu.  Mereka saling berbisik-­bisik di antara mereka: "Tidaklah kamu akan  tinggal melainkan hanya sepuluh."  Kami lebih mengetahui mengenai apa yang akan mereka katakan ketika  berkata orang yang paling baik cara hidupnya  di antara mereka: "Tidaklah kamu tinggal melainkan sehari." (Thā Hā [20]:103-105).
  "Sepuluh"  dalam ayat  اِنۡ لَّبِثۡتُمۡ اِلَّا عَشۡرًا -- "Tidaklah kamu akan  tinggal melainkan hanya sepuluh,"    di sini berarti 10 abad (1000 tahun). Isyarat itu ditujukan kepada sepuluh abad (1000 tahun) sesudah hijrah Nabi Besar Muhammad saw. dari Makkah ke Madinah yang selama itu bangsa-bangsa Eropa hampir tetap dalam keadaan tidur belaka.  
  Baru pada permulaan abad ke-17  bangsa-­bangsa Eropa keluar dari keadaan tidurnya lalu mulai menyebar ke seluruh dunia serta menaklukkan dunia (QS.18:19-21), yaitu kira-kira 1000 tahun sesudah Nabi Besar Muhammad saw,  mulai bertabligh pada awal abad ke-7, berikut  firman-Nya kepada Nabi Besar Muhammad saw. mengenai hal tersebut:
   وَ تَحۡسَبُہُمۡ اَیۡقَاظًا وَّ ہُمۡ رُقُوۡدٌ ٭ۖ وَّ نُقَلِّبُہُمۡ ذَاتَ الۡیَمِیۡنِ وَ ذَاتَ الشِّمَالِ ٭ۖ وَ کَلۡبُہُمۡ بَاسِطٌ ذِرَاعَیۡہِ  بِالۡوَصِیۡدِ ؕ لَوِ اطَّلَعۡتَ عَلَیۡہِمۡ لَوَلَّیۡتَ مِنۡہُمۡ فِرَارًا  وَّ  لَمُلِئۡتَ مِنۡہُمۡ  رُعۡبًا ﴿﴾   وَ کَذٰلِکَ بَعَثۡنٰہُمۡ  لِیَتَسَآءَلُوۡا  بَیۡنَہُمۡ ؕ قَالَ قَآئِلٌ مِّنۡہُمۡ کَمۡ لَبِثۡتُمۡ ؕ قَالُوۡا لَبِثۡنَا یَوۡمًا اَوۡ بَعۡضَ یَوۡمٍ ؕ قَالُوۡا رَبُّکُمۡ  اَعۡلَمُ بِمَا لَبِثۡتُمۡ ؕ فَابۡعَثُوۡۤا اَحَدَکُمۡ بِوَرِقِکُمۡ ہٰذِہٖۤ  اِلَی الۡمَدِیۡنَۃِ فَلۡیَنۡظُرۡ  اَیُّہَاۤ   اَزۡکٰی  طَعَامًا فَلۡیَاۡتِکُمۡ بِرِزۡقٍ مِّنۡہُ  وَ لۡـیَؔ‍‍‍تَلَطَّفۡ وَ لَا  یُشۡعِرَنَّ  بِکُمۡ  اَحَدًا ﴿﴾  اِنَّہُمۡ اِنۡ یَّظۡہَرُوۡا عَلَیۡکُمۡ یَرۡجُمُوۡکُمۡ اَوۡ یُعِیۡدُوۡکُمۡ فِیۡ مِلَّتِہِمۡ وَ لَنۡ تُفۡلِحُوۡۤا اِذًا  اَبَدًا ﴿﴾
Dan engkau menyangka mereka itu bangun  padahal mereka itu tidur, dan Kami membolik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiridan anjing mereka sedang menjulurkan kedua kaki-depannya di halaman   gua itu.  Seandainya engkau menyaksikan mereka niscaya engkau akan berbalik dari mereka untuk melarikan diri dan niscaya engkau akan dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka.  Dan demikianlah Kami  bangkitkan mereka supaya mereka saling bertanya di antara mereka. Salah seorang dari mereka berkata:  "Berapa lamakah kamu tinggal?" Mereka menjawab:  "Kami telah tinggal sehari atau sebagian dari hari." Yang lain ber­kata: "Rabb (Tuhan) kamu  lebih mengetahui lamanya kamu tinggal.  Maka suruhlah sekarang salah seorang dari antara kamu dengan mata uang kamu ini ke kota dan hendaklah ia memperhatikan  siapa dari antara  mereka mempunyai bahan makanan terbaik dan hendaklah ia membawa kepada kamu rezeki  darinya. Dan hendaklah ia bersikap lemah-lembut, dan ia jangan memberitahukan mengenai kamu kepada siapa pun.   Sesungguhnya jika mereka  unggul atas kamu  mereka akan mengusir kamu atau akan memaksa kamu kembali ke dalam agama mereka, dan  kamu tidak akan pernah berhasil selama-lamanya.   (Al-Kahf  [18]:19-21).

Hadits  Nabi Besar Muhammad Saw. Tentang Gambaran   Dajjal

  Dalam ayat 19 orang Islam di masa  Nabi Besar Muhammad saw.   telah diberi peringatan sebelumnya bahwa bangsa-bangsa Kristen di daerah utara sedang berleha-leha, tetapi tidak lama lagi mereka akan bangkit dari keadaan lelap yang meliputi masa ratusan tahun itu, dan akan menyebar ke seluruh dunia serta menguasai dunia, itulah makna ayat     وَ تَحۡسَبُہُمۡ اَیۡقَاظًا وَّ ہُمۡ رُقُوۡدٌ ٭ۖ وَّ نُقَلِّبُہُمۡ ذَاتَ الۡیَمِیۡنِ وَ ذَاتَ الشِّمَالِ  -- “Dan engkau menyangka mereka itu bangun  padahal mereka itu tidur,  dan Kami membolik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri”.  
   Kata-kata dalam ayat  selanjutnya وَّ نُقَلِّبُہُمۡ ذَاتَ الۡیَمِیۡنِ وَ ذَاتَ الشِّمَالِ  -- "Kami akan membolik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri," nampaknya menunjuk kepada berkeliarannya bangsa-bangsa Kristen dari Barat    -- yakni Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) --  di muka bumi, tersebarnya mereka ke semua jurusan untuk mencari pasaran baru dan untuk mencapai kemenangan-kemenangan yang baru pula.  (Wahyu 20:7-10).
        Sedangkan kata-kata  وَ کَلۡبُہُمۡ بَاسِطٌ ذِرَاعَیۡہِ  بِالۡوَصِیۡدِ  -- “dan anjing mereka sedang menjulurkan kedua kaki-depannya di halaman   gua itu”  itu di samping menunjuk kepada kesayangan yang mendalam bangsa-bangsa Kristen di barat kepada anjing, dapat pula dianggap menunjuk kepada kerajaan Byzantine yang ketika itu mengadakan penjagaan terhadap Eropa pada kedua pantai Laut Marmora, yang kelihatan seperti seekor anjing yang mengadakan penjagaan, dengan membentangkan kaki-depannya ke kedua sisinya.
  Makna ayat   لَوِ اطَّلَعۡتَ عَلَیۡہِمۡ لَوَلَّیۡتَ مِنۡہُمۡ فِرَارًا  وَّ  لَمُلِئۡتَ مِنۡہُمۡ  رُعۡبًا  -- “Seandainya engkau menyaksikan mereka niscaya engkau akan ber-balik dari mereka untuk melarikan diri dan niscaya engkau akan dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka,”  menunjuk kepada masa  ketika bangsa-bangsa Kristen dari barat akan memperoleh kekuasaan politik yang besar di dunia.
Al-Quran menubuatkan hakikat ini ratusan tahun sebelumnya, ketika bangsa-bangsa Kristen masih terbenam dalam tidur lelap selama  ratusan tahun, sehingga daya cipta yang betapa pun kaya dan luasnya tidak dapat meramalkan kekuasaan dan kemuliaan  duniawi  yang akan dicapai oleh bangsa­-bangsa itu  sesudahnya.
Dengan demikian ayat     لَوِ اطَّلَعۡتَ عَلَیۡہِمۡ لَوَلَّیۡتَ مِنۡہُمۡ فِرَارًا  وَّ  لَمُلِئۡتَ مِنۡہُمۡ  رُعۡبًا  -- “Seandainya engkau menyaksikan mereka niscaya engkau akan ber-balik dari mereka untuk melarikan diri dan niscaya engkau akan dipenuhi oleh rasa takut terhadap mereka,”   berisikan gambaran khas mengenai kekuasaan duniawi bangsa-bangsa Kristen dari barat di atas negeri-negeri sebelah timur dan selatan, cara hidup mereka yang khusus, rasa takut, dan keseganan yang bangsa ini timbulkan di tengah-­tengah rakyat-rakyat yang mendiami daerah-daerah tersebut, sebagaimana digambarkan secara kiasan dalam Hadits-hadits Nabi Besar Muhammad saw. mengenai  berbagai kemampuan  Dajjal,  salah satunya adalah hadits berikut ini:
        Dari Nawwas bi Sam’an disebutkan: Di suatu pagi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang Dajjal dengan suara pelan, lalu suaranya meninggi seolah-olah Dajjal telah berada di salah satu kebun kurma ( di kota Madinah ). Kami beranjak dari majelis Beliau, kemudian kami datang lagi. Sepertinya Beliau tahu, lalu berkata, “Ada apa?” Kami menjawab, “Wahai Rasulullah, tadi pagi engkau menceritakan tentang Dajjal dengan suara pelan lalu meninggikan suara, sehingga kami mengira Dajjal telah muncul di salah satu kebun kurma”.
      Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada selain Dajjal yang lebih aku khawatirkan. Jika Dajjal keluar sekarang, aku yang akan menghadapinya, namun jika ia keluar setelah aku tiada, masing-masing kalian menghadapinya. Allah subhana wa ta’ala menjadikan penggantiku pada seorang setiap muslim.  Dajjal seorang pemuda berambut keriting, matanya sebelah kanan celek, aku menyerupakannya dengan Abdul Uzza bin Qathan (lelaki Quraisy yang hidup di zaman Jahiliyah). Maka barang siapa yang menemuinya bacalah surat Al-Kahfi. Ia keluar dari sebuah jalan antara Syam dan Iraq, lalu ia berbuat binasa kesana kemari. Hai hamba Allah, tetaplah dalam dīn (agama) kalian!”
      Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, berapa lama ia di bumi? Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Empat puluh hari. Satu harinya seperti setahun, satu harinya seperti sebulan, satu harinya seperti seminggu, sisa harinya seperti hari-hari biasa.”   Kami bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, satu hari seperti setahun itu, apakah cukup shalat sehari saja?” Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab lagi, ” Tidak, tapi perkirakanlah saja selama setahun.”
       Kami bertanya, “Bagaimana kecepatan jalannya?” Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seperti awan ditiup angin. Dajjal mendatangi suatu kaum lalu menyeru mereka, kemudian mereka beriman kepadanya dan mematuhinya. Ia perintahkan langit, lalu turunlah hujan. Ia perintahkan bumi, keluarlah tumbuh-tumbuhan. Punuk unta dan kantung susu hewan ternak penuh berisi. Kemudian ia mendatangi suatu kaum lalu menyeru mereka agar beriman kepadanya, tetapi mereka menolak seruannya. Kemudian ia meninggalkan daerah tersebut, lalu mereka ditimpa kekeringan sampai mereka tidak mempunyai sedikitpun harta. Setelah itu ia melewati gedung yang runtuh dan berkata, ‘Keluarlah harta karunmu!’ , maka harta berterbangan mengikutinya seperti lebah. Kemudian ia memanggil seorang pemuda dan menebasnya dengan pedang hingga badannya terbelah dua. Kemudian ia panggil lagi, si pemuda yang sudah terbelah itu bangkit sambil mentertawakan Dajjal. Di saat itulah muncul Nabi Isa ‘alaihisalam, lalu mengejar Dajjal dan mendapatinya di pintu gerbang kota Lud (di Palestina) yang kemudian ia membunuh Dajjal. ” (HR Muslim).

(Bersambung)

Rujukan: The Holy Quran
Editor: Malik Ghulam Farid
***
Pajajaran Anyar,  7 Februari      2014



Tidak ada komentar:

Posting Komentar